Fiqh Ikhtilaf/Perbedaan Dr. Y. Qardhawi
III. MENGUTAMAKAN MUHKAMAT BUKAN MUTASYABIHAT
Berdasarkan surat Ali Imran 7. Apabila ayat-ayat muhkamat ditinggalkan makan terbukalah pintu erdebatan dan perbantahan. Rasulullah SAW mengecam tindakn mempertentangkan satu ayat al Qur’an dan ayat lainnya dan tidka mengembalikan ayat mutasyabihat kepada ayat-ayat muhkamat.
Tindakan mempertentangkan satu ayat dengan ayata yang lin biasanya terjadi karena mengikuti ayat-ayat mutasyabihat yang bergam penunjukkannya dan nampak secara lahiriah saling bertentangan. Jika dikembalikan kepada ayat-ayat muhkamat niscaya pertentangan akan sirna.
IV. TIDAK MEMASTIKAN DAN MENOLAK DALAM MASALAH-MASALAH IJTIHADIAH
Para ulama kita menegaskan tidak boleh ada penolakan dari seseorang kepada orang lain dalam masalah ijtihadiah.
V. MENELA’AH PERBEDAAN PENDAPAT PARA ULAMA
Agar kita mengetahui beragamnya mazhab dan bervariasinya sumber pengambilan, juga sudut pandang dan dalil-dalil yang mendasarinya. Hal ini membantu lahirny asikap toleransi dan tenggang rasa.
Yang penting diingat adalah tidak mengagumi pendapat sendiri dan tidak mencela pendapat orang lain.
VI. MEMBATASI PENGERTIAN DAN ISTILAH
Kita harus membatasi beberapa pemahaman yang menjadi sebab terjadinya perselisihan itu. Seringkali suatu istilah dipertengtangkan dengan sengit. Harus dibatasi. Diluruskan, dijelaskan pemahamnnya agar tidak disalahpahami oelh orang-orang yang dapat mengakibatkan vonis sesat dan menyesatkan.
VII. MENGGARAP MASALAH BESAR YANG DIHADAPI UMMAT
Ummat memiliki permasalahan yang lebih besar dibandingkan harus mempermasalahkan perbedaan yang ada. Apabila kita sepaham mengenai masalah besar yna gkita hadapai dan menjadikan cita-cita bersama dan tujuan kita bersama, niscaya perbedaan yang ada tidak akan diperbesarkan dan dipersilisihkan.
Sebaiknya energi dan pikiran kita dipusatkan ke situ, antara lain:
- IPTEK
- Sosial ekonomi
- Politik
- Ghazwul fikri
- Zionisme
- Perpecahan dan sengketa di Dunia Arab dan Islam
- Dekandensi moral
VIII. BEKERJASAMA DALAM MASALAH YANG DISEPAKATI
Masalah kkhifafiah hendaknya tidak dibesar-besarkan sehingga menghabiskan dan menguras waktu dan tenaga. Persoalan kaum muslimin bukanlah terletak pada perbedaan msalah-amasalah khiafiah yang didasarkan pada ijtihad, akan tetapi terletak pada tidak difungsikannya akal, pemebkuan fikiran, pembisuan kehendak, pemasungan kebebasan, perampasan hak asasi, pengabain kewajiban, tersebarnya egoisme, pengaabaian sunnah-sunnah Allah ttg alam dan masyarakat, kesewenangan ata kebnenaran dsb.nya
Masalah-masalah ummat yang bisa kita sepakati sangat banyak, sebaiknya kita bekerjasama menyelesaikannya.
IX. SALING TOLERANSI DALAM MASALAH YANG DIPERSELISIHKAN
Toleransi dlaam maslaah yang dipersilihkan dapat dilakukan jika ktia tidak fanatik terhadapa satu pendapat yang bertentangan dengan pendapat yang lain.
Prinsipnya;
- menghormati pendapat orang lian
- menyadari kemungkinan beragamnya kebenaran
- kesadaran dan kenyataan bahwa berbagai perselisihan yang kita saksikan buakn ttg hukum syar’i
X. MENAHAN DIRI DARI ORANG YANG MENGUCAPKAN „LAA ILAAHA ILLALLAAH“
Tindakan yang paling berbahaya yang dapat menghancurkan persatuan ummat ialah takfir/pengkafiran sesama muslim.
Rasulullah SAW mengecam takfir ini dalam berbagai haditnya, salah satu ynag diriwayatkan Ibnu Umar,“Apabila seseorang berkata kepada saudaranya,“wahai si kafir,“ maka panggilan itu kembali kepada salah satu jiak ia seperti apa yang dikatakan tetapi jika tidak makan panggilan tiu akan kemabli kepada ynag mengucapkan.“
Dalam hadits lain,“ Barangsiapa menuduh kafir seorang Mu’min maka ia seperti membunuhnya.“

Продвижение сайтов санкт-петербург
Comment by Продвижение сайтов санкт-петербург — June 3, 2007 @ 10:31 am
asalam.
Comment by agus Qorib Akhwan — January 17, 2008 @ 5:14 am
Assalamualaikum,Wr,wb,
sebgai umat Islam yang tabi’atnya sudah dinashkan dalam nash yaitu terpecah-pecah menjadi bersuku-suku dan golongan. namun banyak dari umat islam sendiri yang masih apriori untuk menerima hal demikian. seperti halnya masih banyak yang mengklaim dengan sikap syu’ubiyahnya tanpa mempertimbangkan langkah tafahum, tabayyun, dan tasamuh sehingga tidak sedikit dari umat islam yang melakukan konflik antar sesama. disini saya pingin dari beberapa umat islam mau memahami intisari dari buku fiqih ikhtilaf karya Imam ulama’mujtahid kita yaitu syaikh yusuf qardawi, sehingga bagaimanpun benturan dalam wadah umat tetap bersatu dan mau menerima dalam ukhuwah Islamiyah. syukron. semoga bermanfaat.
Comment by agus Qorib Akhwan — January 17, 2008 @ 5:26 am
dalam rubrik intisari kehidupan muslim.bagaimana kalau disitu ditampilkan pembahasan metode dakwah yang efektif di kalangan masyarakt kita yang coraknya sudah tidak mengindahkan aqidah. Mohon dijawab segera. Jazakallah.
Comment by agus Qorib Akhwan — January 17, 2008 @ 5:31 am
bagiamankah cara mengatasi kegalauan ghiroh dakwah di kampus yang notabenenya banyak faham liberalnya.contoh di PTAI.
Comment by agus Qorib Akhwan — January 17, 2008 @ 5:34 am
banyak dari kalangan da’i yang futur ketika dihadapkan dengan persoalan tidak diterimanya model dakwahnya di masyrakat,gimana jawabnnya?????
Comment by agus Qorib Akhwan — January 17, 2008 @ 5:37 am
sekarang zamannya umat islam tidak hanya berorientasi pada Fiqih (fiqih Oriented) saja, namun harus dapat di integrasikan dengan keilmuan terapan lainnya, layaknya tekhnologi maju (high tech. jadi butuh adanya generasi keilmuan yang ballance, sehingga muncullah ulama’intelek terkemuka dan intelek yang berakhlaq mulia. semoga terwujud di negeri kita. Amiiin.
Comment by Agus Qorib Akhwan — January 17, 2008 @ 5:42 am
assalamu’alikum wr wb. saya ingin menanyakan di mana sih bisa mendapatkan (beli) buku fiqhul ikhtilaf ini, bukunya bagus sekali, saya jadi tertarik untuk memilikinya, atas infonya saya ucapkan terima kasih.
Comment by umi zhahmi — May 12, 2008 @ 9:09 am
seandainya hadist ini tidak ada atau tidak disalah artikan tentunya umat islam akan bersatu, ketika merasa golongannyalah yang paling benar, tanpa dia ingat bahwa sesungguhnya dia hanya berusaha mencari kebenaran seprti yang lainnya. Ingat Allahlah yang akan menurunkan hidayahnya kepada orang yang beriman…
Comment by putra — June 8, 2008 @ 12:34 pm
Assalammu’alaikum bu..
Maaf kalau OOT, salam kenal dari saya bu..
Saya link ya blognya,
terimakasih
Comment by leni — October 28, 2008 @ 4:45 am