Terkulai lemas, demam dan mukanya merah karena panas yang lebih dari 40 derajat, sungguh memilukan melihatnya. Anakku dalam kondisi begitu, yang tadinya lincah, cerewet, tiba-tiba diam kuyuh dan hanya tergeletak tidur. Putriku, betapa ingin aku yang tergeletak di situ menggantikanmu. Sakit yang paling berat yang dialaminya selama 1,5 tahun usianya.
Normalnya dia akan meringis usil atau berlari dan lincah menarik perhatian. Pas dengan usianya yang memang sedang caper-capernya. Bidadari kecilku itu. Yang membayangkannya saja atau bercerita tentangnya saja cukup membuat dadaku terbuncah oleh rasa sayangku. Tapi jangan dianggap aku tidak pernah dibuat jengkel olehnya. Usia 1,5 tahun yang sudah bukan ‘bayi’ lagi, identik dengan banyaknya keinginan, yang terkadang tidak mau ngerti dengan argumen yang kita berikan. Ngotot, teriak, dan nangis jika apa yang dia maui tidak terpenuhi. Singkatnya sih bikin senewen. Ya itu … bidadari kecilku itu. Putriku satu-satunya. …baca lengkapnya…
