Siang itu dalam kereta tujuan Freiburg*. Di dalam gerbong kereta, anak laki-laki 3 tahun itu tampak begitu resah, tak sabar, ingin segera sampai di tujuan. Sesekali melirik ibunya di samping, yang tampaknya sadar kegelisahan si kecil. Berkali-kali pertanyaan kapan tiba di tujuan selalu ditanyakan.

‘Mama, mama bawa biskuit gak?’ Sang Mama mengangguk singkat
‘ Biskuit yang mana Mama?’ desaknya lagi
‘ Yang ada coklat dan kacangnya’.
‘Nanti yah…sekalian kalau sudah sampai. Sebentar lagi kok’ tambah sang Mama
Si kecil mengangguk.

‘ Mama?’ kata anak itu kembali
‘yah? kali ini ada sedikit nada tidak sabar di suaranya
‘ Mam, ich habe dich sehr lieb!(aku sangat mencintaimu Mama!)’ senyumnya mengembang. Ibunya tersenyum mengangguk. …baca lengkapnya…