Ternyata menuangkan semuanya dalam bentuk tulisan…yang bisa menggambarkan suasana hati sungguh tidak mudah..
Tulisan yang dapat membuat kita berbagi hikmah, berbagi pelajaran, berbagi pengalaman yang diperoleh.
Kegundahan itu, sungguh sulit tuk dituliskan dengan kata-kata. Mengapa kegundahan hadir, adakah sesuatu yang salah. Tentu ada sesuatu yang tidak pada tempatnya.
Hati. Kegundahan selalu berhubungan dengan hati. Hati yang tidak tenang. Mengidentifikasikan sesungguhnya telah terjadi suatu ketimpangan. Ya Allah…apa yang salah?? Dimana???
Hati teman terbaik yang selalu menjadi detektor bagi kita. Selama hati itu baik, maka baik pulalah seluruh ruhnya. Seluruh jiwa. Setiap jiwa pasti pernah merasakan gelisah, keresahan dan kegundahan. Tanda hati sedang bersahabat, mengingatkan sang Jiwa. Hati yang tidak pernah resah adalah hati yang sakit, mati.
Satu jawaban yang mungkin…, jelas ada yang harus diperbaiki. jelas itu. Bantu aku ya Rabbi…
Kita perlu memberi makanan hati, supaya jiwa stabil dan tidak meledak-ledak, yang menunjukkan ketidakdewasaan. Kita perlu menjaga sifat-sifat positif. Diantara caranya tentu sudah kita ketahui. Seperti memperbaiki kualitas sholat, ibadah sunnah, membaca Al Qur’an, berdoa, dan mendalami ilmu-ilmu agama dengan membaca dan berguru pada orang sholeh. Jangan-jangan, selama ini makanan yang lebih banyak kita berikan buat diri, justru yang membuat kita lebih mudah hilang kendali. Sementara makanan hati yang membuat kita lebih bijak dan stabil terabaikan. ***
Iya..jangan-jangan makanan hati yang diberikan selama ini sangat kurang. Sedangkan badan bisa protes dengan sakit ketika makanan yang diberikan tidak pas, baik kuantitas maupun kualitas. Juga hati. Astaghfirullah al Adhziem.
Wuah..wuah…bantu aku ya Rabbi…untuk selalu menyirami hatiku dengan ‘minuman yang bergizi’ membuat hatiku tuk selalu bercahaya ya Rabbi.
***kutipan dari majalah tarbawi

Salam`alaikum mbaa..
Salam kenal salam ukhuwah..Semoga selalu dirahmati Allah swt
-Nina-
Comment by CameLie — April 14, 2005 @ 8:37 pm
doakan ya mba, supaya hati febi senantiasa bersih dan peka untuk selalu memperbaiki diri…jazzakillah utk taushiyahnya
Comment by Ummi Nida — April 14, 2005 @ 8:47 pm
lagi ya Mba..:). seringnya kita memperbaiki tampilan fisik, lupa akan tampilan hati. Pdhl hati juga perlu `makanan bergizi`. Moga hati2 kita selalu mendapat limpahan cahaya-Nya. Mba, itu tarbawi edisi berapa?
-yg suka ketinggalan baca tarbawi-
Comment by CameLie — April 14, 2005 @ 8:47 pm
assalamualaikum, alhamdulilah menemukan blog ini, walau tak banyak tapi bisa membasahi hati ini, salam kenal juga buat kamu
Comment by edosaputra — February 9, 2009 @ 7:21 am
yuk bangun kerajaan hati dimana kita mampu menikmati surga sebelum surga berikutnya mari kita jadikan akal kita raja dan nafsu kita dipenjara gue hanya saudara kecil dengan impian guede rapattkan shaf buat society keep one purpose ridha illah
Comment by surya — February 15, 2009 @ 6:40 am