Meine GedankenMarch 18, 2005 2:55 am

Ternyata menuangkan semuanya dalam bentuk tulisan…yang bisa menggambarkan suasana hati sungguh tidak mudah..

Tulisan yang dapat membuat kita berbagi hikmah, berbagi pelajaran, berbagi pengalaman yang diperoleh.

Kegundahan itu, sungguh sulit tuk dituliskan dengan kata-kata. Mengapa kegundahan hadir, adakah sesuatu yang salah. Tentu ada sesuatu yang tidak pada tempatnya.

Hati. Kegundahan selalu berhubungan dengan hati. Hati yang tidak tenang. Mengidentifikasikan sesungguhnya telah terjadi suatu ketimpangan. Ya Allah…apa yang salah?? Dimana??? …baca lengkapnya…

SharingMarch 1, 2005 12:54 pm

dari Milist Forkom

Al-Imam Asy-syeikh Ahmad bin Abdurrahman bin Qudamah Al-Maqdisy (Ibnu
Qudamah)

_____

Pengantar:
Duhai betapa beruntung pembaca e-mail ini dan betapa rugi penulisnya. Antum mendapatkan air jernih darinya sementara penulisnya mendapat air keruh. Tapi inilah perdagangan yang saya tawarkan. Bila hati pembaca lebih bersih maka itulah yang diharapkan, dengan tanpa terkotorinya hati penulis tentunya.

Bila yang terjadi adalah sebaliknya maka Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah tempat meminta pertolongan, dan segala kebaikan yang ada berasal dari Allah Yang Maha Tunggal semata.

____________ …baca lengkapnya…

SharingFebruary 16, 2005 1:52 am

Siang itu dalam kereta tujuan Freiburg*. Di dalam gerbong kereta, anak laki-laki 3 tahun itu tampak begitu resah, tak sabar, ingin segera sampai di tujuan. Sesekali melirik ibunya di samping, yang tampaknya sadar kegelisahan si kecil. Berkali-kali pertanyaan kapan tiba di tujuan selalu ditanyakan.

‘Mama, mama bawa biskuit gak?’ Sang Mama mengangguk singkat
‘ Biskuit yang mana Mama?’ desaknya lagi
‘ Yang ada coklat dan kacangnya’.
‘Nanti yah…sekalian kalau sudah sampai. Sebentar lagi kok’ tambah sang Mama
Si kecil mengangguk.

‘ Mama?’ kata anak itu kembali
‘yah? kali ini ada sedikit nada tidak sabar di suaranya
‘ Mam, ich habe dich sehr lieb!(aku sangat mencintaimu Mama!)’ senyumnya mengembang. Ibunya tersenyum mengangguk. …baca lengkapnya…

Meine GedankenJanuary 30, 2005 5:48 am

Ketika saya belum menikah, menjadi seorang ibu adalah tidak pernah terbayangkan. bukan berarti saya tidak ada keinginan untuk menjadi seorang ibu. Justru karena saya merasa betapa kompleks dan sulitnya hal tersebut. Saya membaca buku-buku psikologi anak dan menyadari betapa sikap dan langkah orangtua teramat sangat membentuk jiwa sang anak. Saya ragu apakah saya mampu. Saya takut. Takut tidak mampu mengemban tanggungjawab besar itu.

“Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Kedua orang tuanya lah yang menjadikannya nasrani, yahudi atau majusi.” (HR. Bukhari)

Ada pepatah Jerman yang juga mengatakan Eltern werden ist einfach, Eltern zu sein ist schwierig. menjadi orangtua adalah mudah, tapi berperan sebagai orangtua adalah lebih sulit. duh makin takut saya jadinya. …baca lengkapnya…

BücherDecember 18, 2004 11:41 pm

Sumber: Tazkiyatun Nafs

Allah memposisikan orang2 yang sabar dalam posisi yang mulia, banyak dinyatakan didalam ayat-ayat Al qurán bahwa Allah bersama dengan orang2 yang sabar, Allah mencintai orang-orang yang sabar. …baca lengkapnya…

« Previous PageNext Page »